Akhir dari fermentasi karbohidrat di dalam rumen adalah VFA (asetat, propionat, butirat), karbon dioksida dan methan. Karbohidrat dalam pakan dapat dikelompokkan menjadi karbohidrat struktural (fraksi serat) dan karbohidrat non struktural (fraksi yang mudah tersedia). Selulosa dan hemiselulosa termasuk dalam fraksi karbohidrat struktural (fraksi serat) yang merupakan komponen utama dari dinding sel tanaman. Paling banyak energi yang dihasilkan dalam bentuk VFA. Pemecahan karbohidrat menjadi VFA terjadi di perut rumen yang terdiri dari 2 tahap: 1). Hidrolisis ekstraseluler dari karbohidrat kompleks (selulosa, hemiselulosa, pektin) menjadi oligosakarida rantai pendek terutama disakarida (selobiosa, maltosa, pentosa) dan gula-gula sederhana. 2). Pemecahan oligosakarida dan gula-gula sederhana menjadi VFA oleh aktifitas enzim intraseluler.  Asam lemak terbang (VFA) yang dominan (Asetat, Propionat, dan butirat) akan diserap melalui diding rumen, masuk kedalam sirkulasi darah dan di transportasikan ke jaringan tubuh ternak. Senyawa-senyawa tersebut akan mengalami proses metabolisme : 1. Katabolisme yang mensuplai energi, dan 2. Biosintesis misalnya, biosintesis glukosa dari asam propionat di dalam jaringan tubuh ternak. Dalam pencernaan ini dihasilkan pula produk ikutan berupa beberapa gas: metan (CH4), CO2 dan H2; yang dikeluarkan dari tubuh melalui proses eruktasi (belching/ bersendawa). Penyerapan asam lemak terbang (VFA) 75% diserap langsung dari retikulum masuk kedalam darah, 20% diserap dari abomasum dan omasum, 5% lolos masuk ke dalam usus halus untuk diserap masuk ke darah.

pembentuka VFA pada rumen oleh mikroba

Penyerapan VFA tergantung pada perbedaan antara konsentrasinya di dalam cairan rumen dan didalam sel-sel epitel atau darah. Laju penyerapan VFA dari rumen meningkat sejalan dengan penurunan pH cairan rumen. Asam butirat dari rumen akan melalui dinding rumrn untuk masuk kedalam darah untuk dikonversi menjadi I2-hidroksibutirat, sedangkan asam propionat akan dikonversi menjadi asam laktat. Hal ini menjadi asam laktat. Hal ini terjadi karena peran enzim-enzim tertentu yang ada didalam sel-sel epitel. I2-hidroksibutirat dapat digunakan sebagai sumber energi bagi sejumlah jaringan, misalnya otot, kerangka atau hati. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi VFA dalam rumen yaitu :
Makanan serat (sumber hijauan) akan menghasilkan lebih banyak asetat dari pada propionat sehingga lebih sesuai untuk ternak berproduksi air susu (kadar lemak tinggi). Makanan pati (biji-bijian/konsentrat tinggi) menghasilkan propionat tinggi, sesuai untuk ternak daging. Rasio antara konsentrat dan hijauan pakan. Bentuk fisik pakan (ukuran partikel)Level intake Frekuensi pemberian pakan.

Metabolisme VFA di dalam jaringan Tubuh Ternak VFA yang diserap dari retikulorumen melalui jaringan dimana VFA tersebut mengalami oksidasi dan perombakan menjadi energi ternak untuk biosintesa lemak atau glukosa. Jumlah setiap asam yang digunakan tersebut berbeda-beda menurut jenis VFA tersebut : 50% asam asetat dioksidasi di jaringan tubuh sapi perah sedangkan 2/3 asam butirat dan ½ asam propionat mengalami oksidasi tersebut. Metabolidme asam propionat dan butirat terjadi di dalam hati; 60% adalah asetat dimetabolilsmekan di jaringan perifer (otot dan adiposa) dan hanya 20% di metabolisasikan di hati. Produk fermentasi (VFA) di dalam rumen diserap melalui epitel rumen dan menjadi sumber energi utama pada ternak ruminasia. Sebagian mikroba yang tumbuh dalam rumen bersama digesta akan bergerak ke abomasum untuk selanjutnya mengalami pencernaan enzimatis dan penyerapan. Untuk mendukung proses metabolisme di atas, pergerakan dan kontraksi dinding rumen sangat berperan. Pergerakan dan kontraski tersebut membantu proses pengadukan digesta dan inokulasi partikel pakan, ruminasi dan pergerakan digesta ke abomasum.