ABSTRAK
Kerbau rawa (Bubalus carabanensis) umumnya dipelihara secara tradisional di rawa-rawa banjir dengan kedalaman
air lebih dari 3,50 m dengan menggunakan kalang. Kalang adalah kandang yang dibuat dari balok-balok kayu
blangeran (shore blangeran) berdiameter 10−20 cm, disusun berselang-seling membentuk segi empat tanpa atap.
Populasi kerbau rawa pada tahun 2005 tercatat 13.659 ekor, namun sejak lima tahun terakhir populasinya
menurun. Penurunan populasi diduga berkaitan dengan sistem pemeliharaan yang masih dilakukan secara tradisional,
tingginya tingkat pemotongan, terbatasnya pakan dan padang penggembalaan alami, serta penampilan produksi
dan reproduksi yang belum maksimal. Untuk meningkatkan populasi, produktivitas, dan reproduksi kerbau rawa
perlu dilakukan perbaikan kualitas genetik ternak dengan inseminasi buatan (IB), perbaikan mutu pakan, penyuluhan
kepada peternak agar tidak memotong kerbau yang produktif, serta pencegahan dan pengendalian penyakit,
terutama penyakit ngorok dan fascioliasis. Upaya inovasi teknologi meliputi revitalisasi dan pengembangan
kawasan perbibitan, pelaksanaan biosekuriti, pengadaan dan pengembangan bibit kerbau, program pemuliabiakan,
serta pengaturan areal penggembalaan sehingga kebutuhan pakan sepanjang tahun dapat tercukupi.
Kata kunci: Kerbau rawa, budi daya, Kalimantan Selatan

Download PDF lengkap USAHA PENGEMBANGAN KERBAU RAWA
DI KALIMANTAN SELATAN