Akun twitter @TrioMacan200 yang sering berkicau di twitter dengan mengeluarkan twit-twit seputar pilkada DKI mulai buka suara tentang siapa pilihannya pada putaran kedua pilkada DKI nanti. Awalnya akun ini aktif membahas kegagalan-kegagalan Foke dalam menunaikan kewajibannya sebagai Gubernur DKI pada masa putaran pertama pilgub DKI, namun sekarang TM2000 telah berubah halauan. Mengaku baru mendapatkan informasi tentang kegagalan Jokowi dalam memerintah Solo dan Ahok yang dipandang sebagai pejabat yang tidak amanah. Kini TM2000 balik lebih cenderung menyarankan untuk memilih pasangan Foke-Nara pada pilkada DKI putaran kedua.

Peralihan dukungan ini beralasan, melalui informasi yang didapatkan, TM2000 menilai Jokowi gagal memerintah Solo yang hanya berpopulasi 500.000 jiwa namun angka kemiskinannya mencapai 22%,selain kemiskinan Kota Solo yang meningkat @TrioMacan2000 juga mengungkapkan kenaikan angka kriminalitas di Kota Solo dibawah pimpinan Jokowi. Data tersebut diperoleh dari BPS kota Solo yang dibeberkan ke publik. Tak cukup sampai distu saja @TrioMacan2000 juga beranggapan bahwa Jokowi merupakan salah satu pejabat yang hanya mementingkan pencitraan tanpa dibarengi dengan prestasi yang brilian. @TrioMacan2000 juga membeberkan dugaan korupsi yang dilakukan Jokowi-Ahok baik di Solo dan Belitung Timur.

TM2000 juga mengungkapkan adanya keterkaitan pengusaha-pengusaha hitam dan yang berdiri di balik pencalonan Jokowi-Ahok sebagai Cagub dan Cawagub DKI. Serta  Menurutnya orang-orang dibalik layar Jokowi-Ahok merupakan orang-orang yang berbahaya dan mereka menganggap Jokowi-Ahok hanya digunakan sebagai boneka untuk kepentingan elit. Ditanya validitas informasi yang mereka dapatkan, TM2000 berani bersumpah bahwa informasi yang mereka dapatkan valid.

Tanggapan masyarakat pengguna twitter yang merupakan follower @TrioMacan2000 pun beragam banyak dari mereka yang heran dan tidak percaya, banyak juga yang menilai twit tersebut benar adanya. Lepas dari benar atau tidaknya informasi yang diberikan @TrioMacan2000 melalui twitnya, salah satu follower mereka berkomentar bahwa semangat perubahan yang dibawa Jokowi-Ahok kini dipermainkan media.